- INFORMASI LAYANAN RSUD R.A.A. TJOKRONEGORO DALAM BULAN RAMADHAN 1446 H
- APEL PAGI PURNA TUGAS ASN RSUD R.A.A. TJOKRONEGORO
- Apel Guyup Rukun ASN Peduli dalam Rangka Hari Jadi Ke-194 Kabupaten Purworejo
- RSUD R.A.A. Tjokronegoro Perkuat Kerja Sama Tim melalui Capacity Building di Batu, Malang
- RSUD R.A.A. Tjokronegoro Berpartisipasi dalam Purworejo Expo 2025
- RSUD R.A.A. Tjokronegoro Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Cegah DBD
- TASYAKURAN HARI GIZI NASIONAL KE-65
- Sosialisasi Perpajakan, PPh 21 dan Penerapannya bagi Pegawai
- KAMPANYE MAKAN BUAH
- DIREKTUR MENYAPA SPECIAL HARI IBU
ARTIKEL WEB HARI MALARIA SEDUNIA

Hari malaria sedunia
diperingati pada tanggal 25 April setiap tahunnya dengan tema global yang
berbeda-beda. Pada tahun 2021 tema global yang diangkat oleh World Health
Oranization (WHO) dalam memperingati hari malaria sedunia adalah “Reaching The
Zero Malaria Target”, sedangkan tema nasional yang diambil adalah “Bersama
Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Malaria”. Peringatan hari malaria sedunia
bertujuan untuk mengajak masyarakat bersama-sama untuk memberantas penyakit
malaria, selain itu pada kesempatan kampanye ini WHO juga memberikan apresiasi
bagi beberapa negara yang sudah berhasil lepas dari penyakit malaria. Indonesia
pun telah menargetkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.
Penyakit Malaria
merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah
manusia serta ditularkan oleh nyamuk Anopheles
betina. Nyamuk Anopheles umumnya
berwarna kekuningan dan aktif menggigit pada jam 6 sore – 6 pagi. Nyamuk Anopheles menyukai air bersih yang belum
terpapar polusi dan biasanya banyak ditemukan di air terbuka dengan tumbuhan
seperti sawah, rawa, hutan mangrove, sungai, dan genangan air sisa hujan. Penyakit
malaria dapat menyerang semua golongan umur termasuk bayi dan anak-anak. Dalam
upaya pencegahan malaria Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
memperkenalkan slogan “ABC” yaitu:
A = Awas
dan perhatikan : faktor risiko, cara penularan, cara pencegahan, masa inkubasi,
tanda dan gejala.
B = Biasakan untuk hindari gigitan nyamuk
selama di daerah endemis dengan menggunakan kelambu saat tidur, tidak keluar
malam, jika terpaksa keluar maka menggunakan baju panjang dan terang, serta memakai
lotion anti nyamuk.
C = Cek
darah segera ke tenaga kesehatan jika terdapat gejala demam selama disana
sampai 1 bulan setelah kembali dari daerah endemis dan sampaikan riwayat
perjalanan.
Selain mengetahui
cara pencegahan penyakit malaria, beberapa tanda dan gejala penyakit malaria juga
harus diwaspadai diantaranya demam menggigil, panas tinggi, berkeringat banyak,
sakit kepala, mual, muntah, diare, sakit perut, sakit persendian dan otot,
badan lemas, dan hilang nafsu makan. Jika menjumpai tanda dan gejala diatas
maka yang harus dilakukan yaitu:
1.
Datang ke pelayanan kesehatan terdekat
(Puskesmas, Pustu, Rumah Sakit);
2.
Lakukan pemeriksaan darah tepi untuk
memastikan apakah di dalam darahnya terdapat parasit malaria (Plasmodium);
3.
Bila hasil pemeriksaan darah positif
terdapat parasit malaria dapat diberikan pengobatan Obat Anti Malaria (OAM)
gratis;
4.
Minum obat malaria sampai tuntas.
Demikian
informasi kesehatan yang dapat kami berikan, semoga dapat bermanfaat bagi sobat
sehat untuk mencegah dan mewaspadai penyakit malaria. Ayo Cegah Malaria,
Wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030.