- Kepuasan Pasien dan Keluarga Tahun 2025
- Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Tahun 2025
- Kecepatan Respon Terhadap Komplain Tahun 2025
- Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway Tahun 2025
- Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh Tahun 2025
- Kepatuhan Kebersihan Tangan Tahun 2025
- Waktu Lapor Hasil Nilai Kritis Laboratorium Kurang Dari 30 Menit
- Kepatuhan Waktu Visite Dokter Penanggung Jawab Pasien Tahun 2025
- Penundaan Operasi Elektif Tahun 2025
- Waktu Tunggu Rawat Jalan Tahun 2025
HARI DEMAM BERDARAH NASIONAL
“Ayo lakukan PSN, Ingat Demam Berdarah, Ingat 3M Plus”

Hari Demam
Berdarah Nasional diperingati tanggal 22 April setiap tahunnya yang ditetapkan oleh
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia guna meningkatkan kesadaran masyarakat
untuk dapat mencegah bahaya penyakit demam berdarah. Demam Berdarah (DBD) merupakan
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albocpictus yang sebelumnya terinfeksi virus dengue
dari penderita demam berdarah lainnya. Di Indonesia sendiri vektor pembawa
penyakit umumnya nyamuk Aedes aegypti
betina dikenal sebagai nyamuk demam berdarah yang memiliki ciri khas tubuh dan
tungkainya ditutupi sisik bergaris putih keperakan yang biasanya aktif di pagi
dan sore hari pada tempat yang lembab dan di permukaan air yang menggenang. Demam
berdarah merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia yang setiap
tahunnya memiliki jumlah kasus yang masih tinggi. Tak jarang penyakit ini juga
menimbulkan kematian bagi penderitanya. Adapun gejala-gejala demam berdarah
yang harus diwaspadai yaitu demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola
mata, mual dan muntah, manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi
berdarah, kulit ruam kemerahan, dan nyeri otot, tulang, dan sendi.
Dalam
penanganan demam berdarah diperlukan peran serta masyarakat untuk menekan angka
kasus demam berdarah. Keterlibatan masyarakat dari tingkat RT, RW, maupun
perangkat desa sangat penting untuk memaksimalkan Program Pemberantasan Sarang
Nyamuk (PSN) dengan cara 3M+ yang perlu dilakukan secara berkelanjutan
sepanjang tahun terutama saat musim penghujan. 3M+ adalah tindakan yang
dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan
nyamuk demam berdarah yang dilakukan dengan cara :
1.
Menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat
penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum,
penampung air lemari es dan lain-lain;
2.
Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti
drum, kendi, dan lain sebagainya;
3.
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki
potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah; dan
4.
Plus cara lain dengan kegiatan pencegahan demam berdarah, seperti menaburkan
bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,
menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, memelihara
ikan pemakan jentik nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam
rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, dimana
banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah saja dapat dimanfaatkan
bagi masyarakat untuk memanfaatkan waktu di rumah untuk melakukan kegiatan PSN
secara mandiri bersama keluarga agar lingkungan tempat tinggal dapat bersih.
Selain itu, menjaga pola konsumsi dengan makanan yang bergizi, olahraga dan
istirahat yang cukup agar tubuh tetap sehat sehingga dapat mengurangi resiko
penularan demam berdarah. Masyarakat juga dihimbau guna dapat mengenali
gejala-gejala umum demam berdarah, sehingga jika salah satu anggota keluarga
memiliki gejala yang menunjukan demam berdarah seperti demam tinggi secara
terus menerus, maka keluarga dapat segera memeriksakan anggota keluarga ke
dokter atau pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih
lanjut.
“Ayo lakukan PSN, Ingat Demam
Berdarah, Ingat 3M Plus”




.jpg)